日本でのにんしん
  • Home
    • 相談先
    • 避妊
    • 妊娠したかも
    • 妊娠と仕事
    • 妊娠と学校
    • 妊娠出産の費用
    • 在留資格
    • 中絶
    • 赤ちゃんポスト
    • 技能実習生の話
    • 留学生の話
    • リンさんは無罪
    • 寄付のお願い
    • 書籍紹介
  • Tiếng Việt
    • Nơi Tư Vấn (consultation)
    • Phòng tránh thai (contraception)
    • Mang thai (pregnant)
    • Mang thai và làm việc (work)
    • Mang thai và trường học (school)
    • Chi phí (expense)
    • Tình trạng lưu trú (status)
    • Bỏ thai (abortion)
    • Hộp thư trẻ sơ sinh (babay hatch)
    • Câu chuyện của thực tập sinh kỹ năng(実習生)
    • Mang thai và trường học (student)
  • English
    • Consultation
    • Contraception
    • might be pregnant.
    • pregnancy and work
    • pregnancy & school
    • expenses for childbirth
    • status of residence
    • abortion
    • Baby Hatch
    • Technical Intern Trainee
    • international student
    • Ms.Linh is not guilty
  • नेपाली
    • परामर्श Consultation
    • गर्भनिरोधन Contraception
    • गर्भवती हुन सक्छ pregnant
    • काम work
    • विद्यालय school
    • खर्चहरु expenses
    • निवासको स्थिति status
    • गर्भपतन abortion
    • शिशु पोस्ट baby hatch
    • टेक्निकल इंटर्न ट्रेनी Trainee
    • अन्तर्राष्ट्रिय विद्यार्थी student
  • 中文
    • 信息咨询
    • 避孕
    • 怀孕
    • 工作
    • 学校
    • 怀孕和分娩的费用
    • 在留资格
    • 流产
    • 婴儿信箱
    • 技能实习生
    • 留学生
  • Filipino
    • KONSULTASYON
    • Kontrsepsiyon
    • Maaaring nagdadalang-tao(pregnant.)
    • Ang pagbubuntis at ang trabaho (work)
    • Ang pagbubuntis at and pag-aaral(school)
    • Mga gastos sa panganganak(expenses)
    • Katayuan ng paninirahan(visa)
    • Pagpapalaglag(abortion)
    • Baby Hatch (Tag)
    • Technical Intern Trainee
    • internasyonal na estudyante
    • Walang kasalanan si Ms. Linh
  • Indonesia
    • Konsultasi (Consultation)
    • Kontrasepsi (Contraception)
    • Mungkin sedang hamil (might be pregnant.)
    • Kehamilan dan Pekerjaan (work)
    • Kehamilan dan Sekolah (school)
    • Biaya Persalinan (expenses)
    • Status Izin Tinggal (status)
    • aborsi (abortion)
    • Kotak Pos Bayi (BabyHatch)
    • Pemagang Kerja Teknis (TIT)
    • Pelajar Internasional (international student)
    • Linh Tidak Bersalah
  • မြန်မာဘာသာ
    • တိုင်ပင်ဆွေးနွေးရန်နေရာ(Consultation)
    • ကိုယ်ဝန်မရအောင်တားဆီးခြင်း(contraception)
    • ကိုယ်ဝန်ရှိကောင်းရှိနေလိမ့်မယ်(pregnant)
    • ကိုယ်ဝန်ဆောင်ခြင်းနှင့် အလုပ်ပါလုပ်နေ&#
    • ကိုယ်ဝန်ဆောင်ခြင်းနှင့် ကျောင်းပါတက်န&#
    • ကိုယ်ဝန်ဆောင်ခြင်းနှင့် မီးဖွားခြင်းအ&#
    • နေထိုင်ခွင့်အမျိုးအစား/အခြေအနေ(status)
    • ကိုယ်ဝန်ဖျက်ချခြင်း(abortion)
    • ဘေဘီပို့စုတို (baby hatch)
    • နည်းပညာအလုပ်သင်များ၏ပြောပြချက်(TITP)
    • ကျောင်းသားများ၏ပြောပြချက်(student)
    • လင်းစံသည် အပြစ်မရှိပါ (Mr.Linh)
  • Home
    • 相談先
    • 避妊
    • 妊娠したかも
    • 妊娠と仕事
    • 妊娠と学校
    • 妊娠出産の費用
    • 在留資格
    • 中絶
    • 赤ちゃんポスト
    • 技能実習生の話
    • 留学生の話
    • リンさんは無罪
    • 寄付のお願い
    • 書籍紹介
  • Tiếng Việt
    • Nơi Tư Vấn (consultation)
    • Phòng tránh thai (contraception)
    • Mang thai (pregnant)
    • Mang thai và làm việc (work)
    • Mang thai và trường học (school)
    • Chi phí (expense)
    • Tình trạng lưu trú (status)
    • Bỏ thai (abortion)
    • Hộp thư trẻ sơ sinh (babay hatch)
    • Câu chuyện của thực tập sinh kỹ năng(実習生)
    • Mang thai và trường học (student)
  • English
    • Consultation
    • Contraception
    • might be pregnant.
    • pregnancy and work
    • pregnancy & school
    • expenses for childbirth
    • status of residence
    • abortion
    • Baby Hatch
    • Technical Intern Trainee
    • international student
    • Ms.Linh is not guilty
  • नेपाली
    • परामर्श Consultation
    • गर्भनिरोधन Contraception
    • गर्भवती हुन सक्छ pregnant
    • काम work
    • विद्यालय school
    • खर्चहरु expenses
    • निवासको स्थिति status
    • गर्भपतन abortion
    • शिशु पोस्ट baby hatch
    • टेक्निकल इंटर्न ट्रेनी Trainee
    • अन्तर्राष्ट्रिय विद्यार्थी student
  • 中文
    • 信息咨询
    • 避孕
    • 怀孕
    • 工作
    • 学校
    • 怀孕和分娩的费用
    • 在留资格
    • 流产
    • 婴儿信箱
    • 技能实习生
    • 留学生
  • Filipino
    • KONSULTASYON
    • Kontrsepsiyon
    • Maaaring nagdadalang-tao(pregnant.)
    • Ang pagbubuntis at ang trabaho (work)
    • Ang pagbubuntis at and pag-aaral(school)
    • Mga gastos sa panganganak(expenses)
    • Katayuan ng paninirahan(visa)
    • Pagpapalaglag(abortion)
    • Baby Hatch (Tag)
    • Technical Intern Trainee
    • internasyonal na estudyante
    • Walang kasalanan si Ms. Linh
  • Indonesia
    • Konsultasi (Consultation)
    • Kontrasepsi (Contraception)
    • Mungkin sedang hamil (might be pregnant.)
    • Kehamilan dan Pekerjaan (work)
    • Kehamilan dan Sekolah (school)
    • Biaya Persalinan (expenses)
    • Status Izin Tinggal (status)
    • aborsi (abortion)
    • Kotak Pos Bayi (BabyHatch)
    • Pemagang Kerja Teknis (TIT)
    • Pelajar Internasional (international student)
    • Linh Tidak Bersalah
  • မြန်မာဘာသာ
    • တိုင်ပင်ဆွေးနွေးရန်နေရာ(Consultation)
    • ကိုယ်ဝန်မရအောင်တားဆီးခြင်း(contraception)
    • ကိုယ်ဝန်ရှိကောင်းရှိနေလိမ့်မယ်(pregnant)
    • ကိုယ်ဝန်ဆောင်ခြင်းနှင့် အလုပ်ပါလုပ်နေ&#
    • ကိုယ်ဝန်ဆောင်ခြင်းနှင့် ကျောင်းပါတက်န&#
    • ကိုယ်ဝန်ဆောင်ခြင်းနှင့် မီးဖွားခြင်းအ&#
    • နေထိုင်ခွင့်အမျိုးအစား/အခြေအနေ(status)
    • ကိုယ်ဝန်ဖျက်ချခြင်း(abortion)
    • ဘေဘီပို့စုတို (baby hatch)
    • နည်းပညာအလုပ်သင်များ၏ပြောပြချက်(TITP)
    • ကျောင်းသားများ၏ပြောပြချက်(student)
    • လင်းစံသည် အပြစ်မရှိပါ (Mr.Linh)
Search by typing & pressing enter

YOUR CART

Peserta Magang dari Vietnam, Nona Linh Tidak Bersalah!


Program Pemagangan Kerja Teknis di Jepang

Program Pemagangan Kerja Teknis (Technical Intern Training Program/TITP) bertujuan untuk memfasilitasi kerja sama internasional dengan mendatangkan orang-orang dari negara-negara berkembang untuk mempelajari teknologi dan pengetahuan Jepang. Teknologi dan  pengetahuan ini diharapkan bisa berguna dalam pembangunan ekonomi setelah mereka kembali ke negara asalnya. Namun, pada kenyataannya, program ini cenderung untuk untuk menanggulangi kekurangan tenaga kerja di industri manufaktur, konstruksi, dan perawatan lansia.

Peserta Pemagangan Kerja Teknis menandatangani kontrak kerja dengan pemberi kerja di Jepang, seperti perusahaan Jepang atau perorangan, melalui organisasi pengirim (SO) di negara asal dan organisasi pengawas (kumiai) di Jepang. Setelah kumiai menyerahkan rencana pelatihan kepada Organisasi Pelatihan Teknis Magang (OTIT) dan menerima persetujuan, mereka akan mengajukan permohonan izin tinggal ke Biro Imigrasi. Peserta pemagangan kemudian berangkat ke Jepang setelah mendapatkan izin tinggal tersebut. Maksimal jangka waktu untuk pemagangan adalah 5 tahun.

Perbudakan Modern

Peserta pemagangan tidak mendapatkan hak-hak yang seharusnya dijamin sebagai manusia, seperti kebebasan memilih pekerjaan, tempat tinggal, serta kebebasan untuk hamil dan melahirkan.
Saat ini, Jepang menerima hampir 400.000 pemagang. Pekerjaan yang dilakukan oleh pemagang membantu kehidupan banyak orang di Jepang. Namun, program ini memiliki berbagai masalah. Salah satunya adalah hutang dalam jumlah besar yang ditanggung oleh pemagang. Banyak peserta pemagangan yang datang ke Jepang dengan berhutang dalam jumlah besar kepada perantara, broker, organisasi pengirim (SO), dll. Tidak sedikit  pemagang dari Vietnam datang ke Jepang dengan hutang lebih dari 1 juta yen. Namun, para pemagang sering kali hanya dibayar dengan upah minimum (UMR). Selain itu, meskipun para pemagang dilindungi oleh undang-undang ketenagakerjaan Jepang, beberapa pemagang dipaksa bekerja berjam-jam tanpa dibayar lembur, dan beberapa lainnya dipaksa bekerja di lingkungan yang tidak memenuhi standar keselamatan dan kebersihan. Beberapa pemagang juga mengalami tindakan penindasan juga pelecehan seksual yang parah dari atasan dan rekan kerja mereka.

Tidak peduli seberapa tidak puasnya mereka dengan kondisi kerja, program ini tidak mengizinkan pemagang untuk secara bebas mengubah pekerjaan dan tempat tinggal mereka, kecuali dalam keadaan tertentu, seperti kebangkrutan perusahaan atau pemecatan. Selain itu, beberapa kumiai dan perusahaan secara ilegal membatasi dan mengontrol kehidupan pemagang. Contohnya dengan penyitaan paspor juga KTP Jepang (residence card) dan pembatasan komunikasi dengan dunia luar.

Karena masalah-masalah yang telah disebutkan, pada tahun 2019 sekitar 10.000 pemagang pulang ke negara asalnya sebelum program selesai. Di tahun yang sama sekitar 10.000 pemagang menghilang. Meskipun peserta pemagangan adalah pekerja dan memiliki hak-hak dasar ketenagakerjaan, sering kali mereka dipaksa pulang ke negaranya jika menuntut hak-hak mereka dan mencoba menegosiasikan kondisi kerja mereka. Oleh karena itu, program ini dianggap sebagai bentuk perbudakan modern.

Banyak peserta pemagangan yang dipulangkan ke negara asalnya karena hamil.
Pemagang juga seharusnya dilindungi sebagai pekerja dalam hukum Jepang. Berdasarkan hukum, pemagang tidak boleh mendapat perlakuan tidak adil karena kondisi hamil atau melahirkan di Jepang. Pemagang melakukan training sesuai dengan rencana pemagangan yang telah disetujui. Jika pemagang hamil, hukum memberikan keleluasaan terkait perubahan rencana pemagangan. Pemagang yang bersangkutan juga dapat melanjutkan kerja dengan penyesuaian terhadap kondisinya, menghentikan sementara program pemagangan pada saat melahirkan, dan melanjutkan kembali setelah melahirkan. Namun, pada kenyataannya, banyak kasus pemagang yang diberhentikannya dan dipulangkan karena hamil. Alasannya adalah karena pemberi kerja dan kumiai menganggap bahwa pemagang yang hamil akan merepotkan mereka nantinya. Bahkan setelah adanya tiga kali pemberitahuan dari pemerintah Jepang bahwa perusahaan dan kumiai tidak boleh memperlakukan pemagang secara tidak adil seperti memutuskan kontrak kerja karena kehamilan, masih ada kasus pemagang yang diminta untuk kembali ke negara asal demi anak yang akan lahir atau dipulangkan karena alasan selain kehamilan. Dalam beberapa kasus yang parah, pemagang yang hamil diharuskan membayar kompensasi karena hamil dianggap sebagai pelanggaran kontrak.

Bagi pemagang yang datang ke Jepang dengan menanggung hutang yang besar, menghentikan pemagangan dan memaksa mereka untuk pulang ke negara asal hanya akan meninggalkan mereka dengan beban utang yang besar. Dalam keadaan seperti ini, banyak pemagang yang tidak bisa dengan jujur menceritakan tentang kehamilan mereka kepada orang-orang terdekat. Pemagang tidak mendapatkan hak-hak asasi manusia, seperti kebebasan memilih pekerjaan atau tempat tinggal, serta kebebasan untuk hamil dan melahirkan di Jepang. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dalam laporan mereka terkait perdagangan manusia di seluruh dunia menyatakan bahwa program Pemagangan Kerja Teknis Jepang merupakan bentuk praktik perdagangan manusia dan telah mendesak pemerintah Jepang untuk melakukan perbaikan.

Kisah Pemagang dari Vietnam, Ms. Linh

Dalam kondisi yang dijelaskan di atas, pada bulan November 2020, Ms. Linh, peserta magang dari Vietnam yang bekerja di perkebunan jeruk di Kumamoto, hamil dan melahirkan bayi kembar seorang diri di asramanya tanpa memberi tahu siapa pun. Kedua bayi kembar tersebut lahir dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Di tengah kelelahan fisik dan mental setelah melahirkan anak-anaknya, Linh membungkus tubuh bayinya dengan handuk dan meletakkannya di dalam kotak kardus. Dia menamai bayi-bayi itu dan menulis pesan duka cita untuk mereka. Dia kemudian melampirkan pesan itu ke dalam kotak yang sama kemudian meletakkan kotak itu di atas rak di kamarnya. Linh menghabiskan malam bersama mereka.

​Linh ditangkap dan didakwa dengan tuduhan melanggar kewajiban yang sudah diatur dalam hukum yaitu melakukan penguburan yang layak bagi bayi-bayinya yang lahir dalam keadaan tidak bernyawa. Dia kemudian dinyatakan bersalah dalam dua kali persidangan. Apakah melahirkan bayi dalam keadaan tidak bernyawa tanpa bantuan dari siapapun lalu menyimpan mayatnya semalaman merupakan sebuah kejahatan?  Ini adalah kasus yang sangat penting tidak hanya bagi pemagang tetapi juga bagi semua wanita yang tinggal di Jepang. Oleh karena itu, banyak pihak yang mendukung bahwa Linh tidak bersalah. Dibutuhkan waktu sekitar dua tahun empat bulan setelah penangkapannya pada 19 November 2020 untuk Mahkamah Agung memberikan keputusan bebas dari segala kesalahan bagi Linh pada 24 Maret 2023.

Dengan putusan tidak bersalah ini, kami berharap dapat dibangunnya sistem yang dapat memperlakukan perempuan sebagai orang yang membutuhkan perlindungan dan dukungan serta memberi mereka perawatan yang tepat bukan justru yang menganggap perempuan yang terpaksa melahirkan sendirian ini sebagai penjahat. Kami percaya bahwa kemenangan serta keputusan tidak bersalahnya Linh dapat dicapai karena dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Kami berterima kasih atas semua dukungannya. Terima kasih banyak.

Rincian dari Kasus

Agustus 2018, dia meminjam 1,5 juta yen dan datang ke Jepang
Linh datang ke Jepang pada bulan Agustus 2018 di usia 19 tahun untuk membantu ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya tidak dapat bekerja karena sakit. Dia mulai bekerja di sebuah perkebunan jeruk di Prefektur Kumamoto. Meskipun rata-rata pendapatan tahunan di Vietnam hanya sekitar 300.000 yen, Linh datang ke Jepang dengan utang 1,5 juta yen kepada organisasi pengirimnya. Oleh karena itu, dia bekerja hampir setiap hari untuk melunasi utangnya dari gaji bulanannya.

Mei 2020, ia menyadari kehamilannya tetapi tidak dapat berkonsultasi dengan siapa pun.
Sekitar bulan Mei 2020, Linh menyadari bahwa ia sedang hamil. Namun, ia tidak dapat berkonsultasi dengan siapa pun karena takut dia akan diberhentikan dari program dan dipulangkan ke rumah jika kehamilannya diketahui. Ketakutan ini ia rasakan karena Linh mengetahui beberapa kasus pemagang yang sedang hamil dipaksa pulang ke rumah. Selain itu, kumiai-nya juga pernah memberi peringatan untuk jangan sampai hamil. Linh berniat untuk bekerja selama mungkin selama mengandung kemudian kembali ke Vietnam dan melahirkan di sana.

15 November 2020, dia melahirkan bayi kembar tidak bernyawa dan menghabiskan satu malam bersama
Pada malam tanggal 14 November, Linh merasakan sakit di perutnya dan janinnya berhenti bergerak. Disertai dengan pendarahan, rasa sakitnya terus berlanjut sepanjang malam. Sambil merasa kesepian dan ketakutan, Linh akhirnya melahirkan bayi kembar sekitar pukul 9 pagi keesokan harinya (15 November). Bayi kembar itu tidak menangis, tidak bernapas, dan tidak merespons ketika disentuh. Mereka lahir dalam keadaan tidak bernyawa. Melihat bayi-bayi yang tidak bergerak, hati Linh merasa sangat sakit. Merasa kesakitan, ia berbaring di samping anak-anaknya di atas futon yang berdarah. Linh merasa kasihan melihat anak-anaknya dalam keadaan telanjang jadi ia membungkus tubuh bayi-bayi itu dengan handuk agar tetap hangat. Dia menggunakan kotak kardus sebagai peti mati dan meletakkan tubuh mereka untuk beristirahat di kamarnya. Dia juga memberi nama kedua bayi tersebut dan meletakkan sepucuk pesan di peti mati darurat yang bertuliskan, "Maafkan aku, bayi kembarku!!! Semoga kalian segera berada di tempat yang damai." 

16 November, dia dibawa ke rumah sakit dan mengungkapkan kelahiran bayinya.
Sekitar pukul 10:00 pagi 16 November, Linh dibawa ke rumah sakit oleh kumiai-nya setelah perusahaan memanggilnya. Setelah diperiksa secara medis, barulah diketahui bahwa ia telah melahirkan. Linh dikelilingi oleh dokter, perawat, staf dari kumiai, dan seorang penerjemah dan mendapat banyak pertanyaan tentang persalinannya. Karena merasa takut dan panik, pada awalnya dia menyangkal bahwa telah melahirkan. Tidak ada seorang pun yang menghibur atau membantunya. Pada akhirnya Linh mengakui bahwa ia telah melahirkan bayi yang tidak bernyawa setelah dokter memberitahunya bahwa mereka akan melapor ke polisi.

19 November, dia ditangkap pada saat keluar dari rumah sakit dan didakwa dengan tuduhan penelantaran mayat.
Linh ditangkap pada saat keluar dari rumah sakit dan dibawa ke Kantor Polisi Yatsushiro untuk diinterogasi. Setelah itu, ia dipindahkan ke Kantor Polisi Timur di Kota Kumamoto, ditahan, dan diinterogasi lagi. Pada 10 Desember, Kantor Jaksa Penuntut Umum Distrik Kumamoto mendakwa Linh dengan tuduhan penelantaran mayat berdasarkan Pasal 190 KUHP.

Januari 2021, pernyataan tidak bersalah
Linh ditahan hingga dibebaskan pada 21 Januari 2021. Setelah dibebaskan dan kondisinya memungkinkan, dia menyangkal dakwaan dan meminta pembebasan dengan mengatakan bahwa kejahatan penelantaran mayat tidak berlaku untuk tindakannya. Akibatnya, tanggal persidangan pertama yang dijadwalkan pada 2 Februari 2021 dibatalkan sedangkan pertemuan antara pengacara, jaksa penuntut, dan hakim dilanjutkan.

20 Juli 2021, Dia dihukum dan dijatuhi hukuman 8 bulan penjara, dengan penangguhan hukuman selama 3 tahun
Persidangan pertama diadakan pada 21 Juni dan persidangan kedua pada 13 Juli 2021. Pada 20 Juli 2021, Pengadilan Distrik Kumamoto memutuskan bahwa tindakan yang dilakukan Linh bukanlah tindakan persiapan untuk “pemakaman yang seharusnya” dan dia melalaikan kewajibannya untuk mengadakan pemakaman dan meninggalkan jenazah tanpa pengawasan. Hal ini menyinggung kepercayaan religiusitas warga secara umum. Karena terbuktinya kejahatan penelantaran mayat ini, Linh dijatuhi hukuman "8 bulan penjara dan ditangguhkan selama 3 tahun".

27 Juli 2021: Banding ke Pengadilan Tinggi Fukuoka
Linh merasa tidak puas dengan keputusan pada persidangan pertama. Menurutnya, dia tidak menelantarkan mayat bayi kembar itu. Hanya sekitar 33 jam berlalu sejak dia kelahiran hingga pengakuan bahwa dia melahirkan bayi yang sudah tidak bernyawa keesokan harinya. Dia juga bersama anak-anaknya sampai dibawa ke rumah sakit. Oleh karena itu, dia mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Fukuoka.

19 Januari 2022: Pengadilan Tinggi Fukuoka menjatuhkan vonis "3 bulan penjara dengan penangguhan hukuman selama 2 tahun"
Pengadilan Tinggi Fukuoka membatalkan putusan pertama, dan mengakui Linh tidak menelantarkan mayat dari bayi kembarnya tersebut. Namun, tindakan Linh meletakkan kotak yang berisi mayat bayi kembar tersebut ke dalam kotak yang sedikit lebih besar dan menutupnya dengan selotip agar mereka tetap hangat dianggap sebagai bentuk “penyembunyian” (tindakan menyembunyikan mayat) dan dia dijatuhi hukuman 3 bulan penjara dengan hukuman percobaan selama 2 tahun.

31 Januari 2022: Pengajuan banding ke Mahkamah Agung
Linh dan tim kuasa hukumnya mengajukan banding ke Mahkamah Agung pada 31 Januari 2022. Pada tanggal 11 April, tim pengacara mengajukan banding tertulis ke Mahkamah Agung dengan 127 pendapat dan 25.912 tanda tangan yang meminta pembebasan Linh (total tanda tangan yang terkumpul adalah 86.612).

24 Maret 2023: Vonis tidak bersalah
Pada 24 Maret 2023, Mahkamah Agung memutuskan bahwa meskipun tindakan Linh "menciptakan situasi yang menyulitkan orang lain untuk menemukan mayat dari bayi kembarnya," tindakan tersebut "tidak dapat dianggap sebagai prosedur yang tidak sesuai dengan penguburan yang layak." Oleh karena itu, keempat hakim dengan suara bulat menjatuhkan putusan bahwa tindakan Linh tidak termasuk dalam kategori tindakan “penelantaran” mayat.
June 20, 2023
Yoriko Sakuma
Kumusutaka – Association for Living Together with Migrants
コムスタカ―外国人と共に生きる会
Kumustaka - Association for Living Together with Migrants

Nhóm Kumustaka – Đồng hành với người ngoại quốc

日本語     Tiếng Việt     English  नेपाली  中文 Tagalog Bahasa Indonesia

のシステムを使用 カスタマイズできるテンプレートで世界唯一のウェブサイトを作成できます。